GKR (Bakal) jadi Tempat Shalat Ied, Asghar: “Ini Urusan Ibadah dan Keumatan”
Malut United FC lebih dari sekedar tim sepakbola. Tim ini lebih mengutamakan misi sosial dan kemanusiaan yang membahagiakan banyak orang, membangun Maluku Utara lewat sepakbola dan jadi kebanggaan bersama.

Manajemen klub Malut United FC, Asghar Saleh (kedua dari kiri) ketika bersama ketua PHBI Kota Ternate, HM Zulkiram (baju putih, kedua dari kanan) ketika meninjau stadion Gelora Kie Raha.
Ada Syarat Saat Shalat
Meski diberikan izin, ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi oleh warga jamaah shalat Ied saat datang ke GKR nanti, mengingat klub berkepentingan menjaga kualitas stadion terutama rumput agar tidak terganggu.
“Inilah yang kami sampaikan ke PHBI. Misalnya jamaah shalat Ied tidak boleh membawa koran untuk dijadikan alas karena tintanya berpotensi merusak rumput. Bawa parfum, rokok dan permen karet. Hanya tiga pintu yang kami buka, di selatan dan bagian timur. Ada steward juga yang berjaga di tiap pintu masuk” jelas Asghar.
Asghar juga menghimbau agar jamaah shalat Ied membawa kantong plastik untuk menyimpan sandal atau sepatunya. Rumput tempat shalat akan steril dan bersih. Jadi sepatu atau sandal dilepas sebelum masuk lapangan. Hanya tinggal menggelar sajadah saja. Sehari sebelum shalat, rumput juga akan disterilkan dengan semprotan anti bakteri dan kuman.
“Zoysia Matrella ini jenis rumput yang sensitif. Harganya mahal dan membawanya dari Surabaya. Kami belum punya space rumput cadangan di Ternate. Jadi benar-benar harus dijaga,” tambahnya.
Asghar berharap dukungan dari semua pihak untuk sukses kegiatan shalat Ied di Gelora Kie Raha. Ketertiban dan keamanan jadi fokus. Panel LED juga tidak akan digeser. Hanya tribun utama yang tertutup.
“Silahkan mengambil foto setelah shalat dan keluar dengan tertib,” imbau Asghar menutup.
