Wali Kota Tidore Apresiasi GP Ansor Dan Fatayat NU

Wali Kota dan Sekda usai melakukan pertemuan dengan GP Ansor dan Fatayat,

Wali Kota dan Sekda usai melakukan pertemuan dengan GP Ansor dan Fatayat,

“Masyarakat Kota Tidore sangat luar biasa, gejolak hampir terjadi di Nusantara, tetapi di Kota Tidore masih aman-aman saja, kehadiran GP Ansor dan Fatayat NU ini, mewakili Masyarakat untuk menyampaikan hal-hal yang luar biasa berkaitan dengan dinamika hari ini,” ujarnya saat ditemui usai melakukan pertemuan dengan GP Ansor dan Fatayat, di Kantor Wali Kota Tidore, Selasa, (2/9/25).

Menurut Wali Kota, Kehadiran GP Ansor dan Fatayat, mewakili Masyarakat untuk meminta Pemerintah Kota Tidore melakukan evaluasi terhadap tunjangan DPRD Kota Tidore yang dianggap tidak wajar. Untuk itu, sebagai pimpinan pemerintahan di Tidore, pihaknya akan mengundang keterwakilan dari DPRD untuk membicarakan hal tersebut.

Wali Kota mengungkapkan, sejumlah tunjangan yang diminta untuk dilakukan evaluasi itu, diantaranya Tunjangan Perumahan yang dialokasikan pertahun senilai Rp 4,4 Miliar, Tunjangan Transportasi senilai Rp 3,5 Miliar, Tunjangan Kesejahteraan Anggota dan Pimpinan senilai Rp 4,5 Miliar dan Tunjangan Komunikasi Instensif Pimpinan dan Anggota DPRD senilai Rp 3,1 Miliar.

“Besaran tunjangan yang diterima DPRD ini, sudah ditandatangani oleh Wali Kota Tidore sebelumnya (Capt. H. Ali Ibrahim), sehingga hal ini akan Saya evaluasi, karena saya juga tidak mau bertanggungjawab terhadap besaran tunjangan DPRD yang dinilai tidak wajar,” pungkasnya.