Pustu Soligi, Harapan untuk Masa Depan Bebas Stunting

Pengecekan kesehatan anak di Pustu Soligi
OBI – Harita Nickel mencatat capaian penting dalam upaya penurunan stunting di wilayah operasionalnya. Melalui program Soligi Zero Stunting, sebanyak 21 dari 25 anak di Desa Soligi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, berhasil keluar dari status stunting dan menunjukkan perbaikan status gizi.
Capaian yang tercatat hingga pertengahan 2025 itu menegaskan efektivitas pendekatan terpadu yang melibatkan perusahaan dan para pemangku kepentingan terkait dalam upaya menekan angka stunting secara berkelanjutan.
Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso, menjelaskan bahwa program Soligi Zero Stunting telah dijalankan sejak 2022 dengan memadukan intervensi gizi, edukasi kesehatan, dan penguatan pelayanan kesehatan masyarakat. “Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Kami percaya, kesehatan anak adalah fondasi penting bagi masa depan yang lebih kuat dan sejahtera,” ujarnya, melalui keterangan tertulis, Jumat (20/2/2026 ) pekan kemarin.
Program Soligi Zero Stunting mencakup pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, pelatihan kader posyandu, pembangunan Puskesmas Pembantu (PUSTU), serta penyediaan sumur air bersih komunal. Seluruh kegiatan dijalankan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama perubahan.
Ujung tombak pelaksanaan program ini adalah para kader posyandu Desa Soligi yang berperan langsung dalam pendampingan keluarga dan pemantauan tumbuh kembang anak. Murni, salah satu kader posyandu sekaligus penggerak program, menjelaskan bahwa kegiatan posyandu dilakukan secara rutin setiap bulan melalui penimbangan, pengukuran anak, dan pembagian PMT.
