Fokus Mitigasi Bencana di Tidore Utara Dan Selatan

Muhammad Abubakar (Kepala BPBD Tidore)

Muhammad Abubakar

TIDORE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, terus menunjukkan keseriusannya dalam upaya mitigasi bencana. Salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan adalah penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) di sejumlah titik rawan bencana di wilayah Tidore.

Kota Tidore dikenal memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana. Mulai dari banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, tsunami, tanah longsor, kekeringan, gempa bumi, hingga banjir bandang – semuanya tercatat pernah melanda beberapa kecamatan di kota ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore, Muhammad Abubakar, menyebutkan bahwa fokus mitigasi bencana saat ini diarahkan pada dua wilayah utama yang mencakup empat kecamatan. Dalam tiga tahun terakhir, wilayah utara dan selatan Kota Tidore mengalami peningkatan kejadian angin puting beliung yang sebelumnya tidak pernah terjadi

“Angin kuat di dua kecamatan itu dulunya tidak ada. Tapi tiga tahun belakangan ini sering terjadi. Kami fokus mitigasi ke sana,” ujarnya.

Tak hanya angin puting beliung, wilayah Tidore Selatan, khususnya Kelurahan Gurabati, juga sempat terdampak banjir bandang. Sementara itu, di Kecamatan Tidore dan Tidore Timur, banjir rob menjadi ancaman yang kerap muncul. Hal ini disebabkan oleh sistem drainase yang belum mampu menampung volume air saat hujan deras.

“Kami pernah evakuasi warga terdampak banjir rob. Bahkan ada warga yang mengira itu tsunami. Maka dari itu, edukasi dan sosialisasi jadi bagian dari mitigasi kami,” jelasnya.