Wawali Tidore Harapkan Aset Daerah Bisa Dimanfaatkan Untuk Rakyat

F8D018C3-627A-4FBD-BA74-B26B2D7154CD

Wawali juga mengatakan, workshop ini memiliki arti yang sangat strategis, Pengelolaan aset daerah yang optimal akan mencegah penyusutan nilai dan potensi kehilangan aset, sementara penanganan piutang daerah yang efektif merupakan kunci untuk mengamankan potensi pendapatan asli daerah (PAD), Keduanya adalah instrumen vital untuk menjaga kesehatan fiskal daerah.

“Saya berharap, melalui workshop ini, tidak ada lagi keraguan dalam implementasi aturan. Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola dan setiap aset yang dimiliki oleh pemerintah daerah benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya, serta terhindar dari risiko maladministrasi,” Harapnya.

Di kesempatan yang sama, orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini juga menyinggung terkait pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD), ia juga meminta Plt. Dirjen Bina Keuangan Kemendagri agar dapat mengkonfirmasi proseduralnya, karena dengan pemangkasan tersebut, daerah merasa tidak akan stabil dalam melaksanakan pemerintahan dan pelayanan publik.

Sementara, Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Yakub Husain dalam laporannya mengatakan, tujuan dilaksanakannya workshop ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi aparatur pengelola keuangan dan aset daerah terkait regulasi dan kebijakan dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Sasaran kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang menangani pengelolaan keuangan dan aset daerah, khususnya para pejabat pengelola keuangan pada satuan kerja perangkat daerah, serta staf teknis pengelolaan keuangan dan aset daerah,” Jelasnya. (hms)