TPID Kota Tidore Diapresiasi Menko Perekonomian

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Nurlaila Yasin
TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sukses melakukan penanganan inflasi selama Tahun 2024.
Kesuksesan atas kinerja TPID dalam melakukan pengawasan harga barang milik pedagang, lantas mendapat apresiasi dari Kementerian Perekonomian Republik Indonesia.
Hal ini diakui Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Tidore, Nurlaela Yasin saat ditemui di ruang kerjanya. Ia mengaku, dari sisi kinerja, untuk Tahun 2024, TPID Kota Tidore menempati urutan pertama dengan kategori Indeks Perkembangan Harga (IPH), untuk skala Provinsi Maluku Utara.
“Dari 10 Kabupaten/Kota di Maluku Utara, hanya Kota Tidore yang pelaporannya terbilang cepat, bahkan di Tidore dalam pelaporannya juga melibatkan Inspektorat, sebagai instruksi dari Direktorat Jenderal Inspektorat,” jelasnya.
Kendati demikian, Nurlaela mengaku, yang menjadi kekurangan TPID Kota Tidore, dikarenakan selama ini tidak ada intervensi berupa pengalokasian Dana Tak Terduga (DTT) yang masuk dalam batang tubuh APBD.
“Karena tidak ada dana tak terduga, kita masih terkendala dengan biaya transportasi. Meski begitu, kami telah melakukan kolaborasi dengan stakeholder seperti Bank Indonesia, sehingga dananya ditanggung oleh mereka,” ujarnya.
Untuk itu, ia berharap di Tahun 2025 ini, adanya Dana Tak Terduga yang dialokasikan melalui APBD untuk penanganan Inflasi. Pasalnya, dana tersebut nantinya digunakan pada saat situasi dalam keadaan darurat.
“Situasi Darurat ini bukan saja sebatas bencana alam, melainkan bencana non alam, misalnya seperti kenaikan harga barang secara terus menerus. Untuk itu, sangat dibutuhkan Dana Tak Terduga untuk mengantisipasi masalah tersebut,” tuturnya.
Nurlela bilang, jika sudah ada Dana Tak Terduga, maka kedepannya Pemerintah sudah bisa melakukan intervensi kepada pedagang, apabila situasi dalam keadaan darurat. Dengan begitu, harga barang yang dijual kepada masyarakat, terutama mengenai bahan pokok tetap berada pada posisi stabil.
“Pedagang tidak boleh dijadikan sebagai musuh apabila terjadi kenaikan harga, mereka seharusnya dijadikan mitra untuk kita bersama-sama menekan inflasi,” tandasnya. (wji)
