Mengenang Ustad AGK, Santrani: “Pemimpin dan Tokoh yang Komplit”

Mantan Gubenur Malut, KH Abdul Gani Kasuba (AGK) semasa hidup ketika didampingi Kadis PUPR Malut, Santrani MS. Abusama, meninjau lokasi yang akan dibangun mesjid raya Sofifi saat itu. (Foto: Dok. Santrani MS. Abusama)
Santrani sendiri punya pengalaman akan hal itu. Ketika nyaris berhenti kuliah di tahun 90-an pasca meninggal dunia ayahnya, almarhum AGK-lah orang yang datang untuk membantunya agar kembali melanjutkan pendidikannya.
“Saya ingat sekali. Sewaktu pulang (ke Ternate) untuk pemakaman ayah saya, saat itu sudah sebulan saya tidak kembali lagi (ke Makassar). Berat rasanya harus membebani ibu untuk membiayai kuliah saya. Tapi beliau (AGK) lalu datang ke rumah dan membujuk saya. ‘Ngana tara bole berenti (Kamu tidak boleh berhenti) kuliah. Kalau jadikan niat sekolah (belajar) sebagai ibadah, Insya Allah ada jalan. Dengan sekolah, peluang menjadi orang sukses itu terbuka lebar. Kalau sudah sukses, mungkin suatu saat, ngana bisa bantu orang lain lagi’,” ucap Santrani meniru ucapan almarhum AGK saat itu.
Selain itu, Santrani juga membeberkan jika sosok almarhum AGK adalah pemimpin yang komplit. “Selain sebagai sosok pengayom, beliau juga memiliki jiwa sosial yang cukup tinggi,” ucapnya.
Dikatakan, kadang karena memikirkan kepentingan orang banyak, almarhum AGK berani untuk mengeluarkan kebijakan yang mungkin saja tidak diplot dalam anggaran.
“Misalnya terkait layanan umum apalagi rumah ibadah. Kadang-kadang beliau langsung mengarahkan untuk diselesaikan, meski sebenarnya mungkin tidak ada di penganggaran. Apalagi hal yang sangat urgen menjadi kebutuhan warga. Kita staf harus bisa ‘putar otak’ untuk selesaikan, termasuk menyampaikan atau merasionalkanke DPRD,” kata Santrani.
Pria yang sempat mencalonkan diri pada Pemilihan Wali Kota Ternate tahun 2024 itu juga mengungkapkan jika AGK adalah sosok pemuka agama yang sangat nasionalis.
“Sepanjang hidupnya, beliau tidak pernah membedakan seseorang dari latar belakangnya, agamanya, sukunya. Beliau bahkan anti rasis juga SARA,” ungkapnya.
Santrani sendiri mengaku sempat mendapat ibarat. Untuk itu pria yang kini sibuk membangun jaringan bisnis di pulau Jawa itu, lantas bergegas untuk datang ke Ternate dan sempat menjenguk almarhum AGK sebelum menghembuskan nafas terakhirnya
“Dua hari menjelang berpulangnya beliau, saya memimpikan beliau. Makanya saya cepat-cepat ke Ternate, dan Alhamdulillah saya masih riki (sempat) jenguk bahkan mendampingi beliau di saat-saat akhir,” pungkas Santrani. (tx)
