Kualitas Udara di Sejumlah Sekolah Tidak Sehat, Dinkes Imbau Taati Protokol Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Saiful Salim

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Saiful Salim

Lebih lanjut, Saiful mengatakan, tenaga kesehatan tidak bisa memadamkan api, tenaga kesehatan hanya bisa melakukan langkah mitigasi untuk tidak terjadi peningkatan kasus ISPA dengan edukasi protokol kesehatan dan kesediaan logistik masker maupun obat-obatan. Semua Puskesmas menyediakan itu, dan masyarakat bisa memperoleh di faskes terdekat.

Adapun hasil pengukuran kualitas udara per Puskesmas yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan per tanggal 19 Oktober 2026 diantaranya; sekolah yang berstatus SANGAT TIDAK SEHAT yaitu SDN 2 Akesai, SDN 1 Akesai, SMA Muhammadiyah 1 Tidore, SMA Taman Siswa Bale, MTS Swasta Nurul Jihad Aketalaga dan SMP Negeri 2 Tidore.

Dan sekolah yang berstatus TIDAK SEHAT diantaranya; SDN Jaya, SDN Rum, SMP Negeri 7 Kota Tidore, SDN Tahua, SDN Balibunga, MIN 5 Tidore, SDN 1 Afa-Afa, SMA 10 Tidore, TK Pembina 3, SMA N 2 Toloa, MTS Dokiri, SDN 1 Tomalou, TK Pembina Tomalou, SMP N 11 Akekolano, SMPN 5 Sofifi, SDN Galala.

SMAN 6 Tidore, SDN 2 Akedotilou, MIS Woda, SDN Lifofa, SMPN 9 Tidore, SDN 1 Wama, SDN 2 Wama, SDIT Raudhatul Hidayah, SMPN 25 Tidore, SD N Kosa, TK Pembina 26 Tidore, SDN 1 Payahe, SMAN 4 Tidore, Kantor Desa Kosa, Kantor KUA Oba, Kantor Camat Oba, SMAN 9 Tidore dan MIS Al Mustaqim Cobo.

Sementara, sekolah dengan kualitas udara berstatus SEDANG diantaranya; SDN Goto, SMP N 1 Tidore, SDN Soasio, SDN Topo, MIN 6 Tidore dan SDN Itokici. Meski berstatus SEDANG, namun penerapan Protokol Kesehatan harus dipatuhi, seperti kurangi aktivitas di sekolah dan penggunaan masker, ini dilakukan untuk menghindari partikuler halus yang dapat mengganggu saluran pernapasan. (hms)