Komisi III DPRD Tidore Sinergitas Dengan BWS dan BPJN Tangani Masalah Banjir Dan Jalan

Pertemuan Komisi III dan BWS
Saat ini kata dia, pihaknya tengah fokus melakukan pengusulan program untuk tahun depan. Ia berharap, tidak tidak ada lagi efesiensi anggaran di tahun 2026 sehingga programnya bisa berjalan maksimal.
Sementara Kepala BPJN Maluku Utara Navy A. Umasangadji yang belakangan hadir dalam forum tersebut juga siap memberi dukungan pembangunan infrastruktur di Kota Tidore khususnya kerusakan akibat dampak bencana.
Salah satu yang direspon cepat oleh BPJN terkait dampak bencana di Kota Tidore yaitu banjir di kelurahan Bobo, Tidore Utara yang terjadi 2 kali dalam sepekan.
Banjir yang membawa material pasir tersebut meluap ke badan jalan Sultan Abidin Syah. Akibatnya, aktifitas masyarakat melalui jalan nasional penghubung Rum-Soasio sempat terhambat.
BPJN Maluku Utara yang meninjau langsung dampak banjir di perbatasan Bobo-Toloa itu rencananya akan membangun gorong-gorong dalam waktu dekat.
Selain itu, BPJN juga merespon terkait banjir di Toburo dan Noramake-Paceda yang berdampak pada ruas jalan nasional.
Navy dalam kesempatan itu juga menyampaikan akan menurunkan tim untuk melihat langsung kerusakan jembatan di kelurahan Gurabati, Tidore Selatan akibat banjir serta meninjau kondisi jalan pada jembatan Akelamo Oba Utara yang mengalami kerusakan parah.
“Untuk Toburo dan Noramake akan perhatian kami karena berdampak pada jalan nasional,” katanya.
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kota Tidore telah menyampaikan surat permohonan dukungan kepada BWS dan BPJN terkait penanganan banjir dan masalah infrastruktur.
Atas respon dua Balai dari unit Kementerian PUPR tersebut, Ardiansyah Fauzi menyebut hal ini merupakan kolaborasi pemerintah yang tanggap dalam menangani masalah bencana dan infrastruktur di Kota Tidore.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas respon baik dari BWS dan BPJN. Semoga hubungan ini tetap terjaga hingga ke depannya,” pungkas politisi PDI Perjuangan itu. (**)
