Kearifan Lokal Sejalan Dengan Nilai Pancasila

Sultan Tidore, Kepala BPIP RI, dan Yakub Husaen
“Karena tantangan global menuntut kita agar tidak hanya bangga dengan warisan budaya, tetapi juga adaptif terhadap perubahan Generasi muda harus mampu menguasai teknologi, mengembangkan kreativitas dan berinovasi, namun tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal, dengan demikian, kita tidak sekedar menjadi penonton tetapi menjadi pemain yang berperan aktif dalam peradaban dunia.” tandas Yakub.
“Tak lupa, saya juga mengajak kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemuda, untuk terus menerus menanamkan nilai-nilai Pancasila, kearifan lokal serta tetap menjaga dan melestarikan budaya bangsa kita. Dengan demikian kita tidak hanya menjadi bangsa yang kuat secara ideologi, tetapi juga bangsa yang bermartabat.” Sambung Yakub.
Sementara, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi mengatakan, kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial belaka melainkan momentum yang penuh makna untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan untuk menjaga nilai-nilai luhur Pancasila di tengah kehidupan masyarakat.
“Gerakan kebajikan Pancasila yang dikuatkan ini memiliki arti strategis karena relawan bukan hanya agen perubahan sosial tetapi juga garda terdepan dalam merawat persatuan bangsa, menyamai nilai gotong royong serta meneguhkan semangat kebajikan di tengah masyarakat.
“Kota Tidore Kepulauan juga memiliki jejak sejarah panjang dalam perjalanan bangsa sebagai salah satu pusat peradaban rempah dunia, karena tidore menyimpan semangat kosmopolitan, keterbukaan dan keberagaman, sehingga nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Pancasila.” Sambung Yudian.
