Gabung Jurus Temui Kemenparekraf

Pertemuan bersama Kemenparekraf
TIDORE – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPC Gekrafs) Kota Tidore Kepulauan, Nurul Asnawia, bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tidore Kepulauan, Daud Muhammad, mulai gabung jurus membangun kolaborasi dengan kementerian, guna memperkuat Pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Tidore.
Ketua DPC Gekrafs Kota Tidore Kepulauan, Nurul Asnawia, mengatakan, kehadiran mereka di Kantor Kemenparekraf yang bertempat di Jakarta, disambut baik oleh Direktur Fasilitas Infrastruktur Kementerian Ekonomi Kreatif, Fahmi Akmal.
Dalam pertemuan itu, Gekrafs Kota Tidore Kepulauan dan Disbudpar Tidore mulai membangun kerjasama, agar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dapat bersinergi untuk menggeliatkan sektor ekonomi kreatif di Tidore.
Dengan harapan, Ekonomi Kreatif nantinya akan menjadi peluang ekonomi yang inklusif dan bermanfaat sebagai tulang punggung ekonomi baru, di Tahun 2025.
“Kami diberikan kesempatan untuk memaparkan berbagai potensi ekonomi kreatif serta rencana pembangunan dan program unggulan dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Tidore Kepulauan. Besar harapan kami agar Kota Tidore Kepulauan juga bisa diinisiasikan sebagai bagian dari jejaring KaTa (Kabupaten/Kota) Kreatif,” ungkap Asnawia, sapaan akrab Nurul Asnawia kepada media ini, Selasa, (21/1/25).
Wanita yang juga merupakan Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan menambahkan, sektor ekonomi kreatif merupakan sektor yang potensial dan strategis untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan Daerah, sehingga perlu dilakukan pengembangan dan pemanfaatan sumber daya dan potensi daerah untuk memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi daerah dan masyarakat.
“Setelah 3 tahun aktif di Kota Tidore Kepulauan, Gekrafs Tidore fokus untuk membangun jejaring antar komunitas kreatif dan juga para pelaku ekonomi kreatif, dan bersama upaya untuk menghimpun data terkait jumlah pelaku ekonomi kreatif dari 17 sub sektor,” ujarnya.
Lebih lanjut, politisi PDIP Kota Tidore itu mengaku, di tahun 2024, Gekrafs Tidore bersama Pemerintah Kota Tidore telah membangun sinergitas bersama untuk melakukan beberapa rencana aksi yang akan direalisasikan dalam bentuk event di tahun 2025.
Kegiatan ini, diharapkan memiliki dampak sosial dan multiplier effect terhadap perputaran ekonomi yang tinggi.
Khusus di Kota Tidore Kepulauan, ada beberapa subsektor Ekonomi Kreatif yang menjadi lokomotif atau andalannya DPC Gekrafs Tidore.
“Dari subsektor kuliner kita yang luar biasa, di tahun 2025 ada 1 yang akan menjadi fokus Gekrafs Tidore yaitu pengolahan perut ikan menjadi kecap dari proses fermentasi ikan dan garam di Kelurahan Rum Balibunga,” tuturnya.
Selain itu, kata Asnawia, Kota Tidore juga punya UMMU KRIYA yang memproduksi kerajinan tangan dari anyaman kulit bambu dari Kelurahan Fobaharu, Galasi Kreatif dan Putri Mareku yang menghasilkan kerajinan tangan dari produk kriya kayu.
Sementara dari subsektor fashion, Kota Tidore punya Puta Dino, serta sektor unggulan lainnya seperti musik, film, desain grafis dan Seni pertunjukan.
Selain meminta dukungan untuk pengembangan dan peningkatan kapasitas SDM, Dinas Pariwisata dan DPC Gekrafs Tidore juga menyampaikan permohonan dukungan terkait titik Kreatif Kota Tidore Kepulauan berupa bangunan kreatif Hub sebagai ruang atau working space untuk Komunitas dan para
pelaku Ekonomi Kreatif di Kota Tidore Kepulauan.
“Upaya kami membangun kerjasama dengan kementrian ini, tentu dilatarbelakangi dengan semangat asta cita presiden Prabowo poin ke 2, yang akan memantapkan sistem pertahanan keamanan negara, dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru,” jelasnya
Menyikapi hal itu, Direktur Fasilitas Infrastruktur Kementerian Ekonomi Kreatif, Fahmi Akmal, memberikan apresiasi, dan bersedia mendukung apa yang menjadi agenda Gekrafs Tidore dan Disbudpar Kota Tidore, untuk mendorong pengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Tidore Kepulauan.
Selain berdiskusi tentang masa depan ekonomi kreatif di Tidore, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tidore, Daud Muhammad, langsung menyerahkan Dokumen pengembangan Ekraf kota Tidore, yang berisi akan rencana aksi 2025 dan Site plan bangunan Creatif Hub Kota Tidore Kepulauan.(wji)
