SPPG Dusun Tala Puncak Diresmikan

SPPG di Dusun Talaga Puncak Kelurahan Rum Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan beroperasi
TIDORE – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Talaga Puncak, Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan resmi beroperasi. SPPG Talaga Puncak merupakan salah satu titik pelayanan gizi untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masuk dalam lokasi prioritas wilayah 3T atau Tertinggal, Terdepan dan Terluar. Acara peresmian SPPG 3T ini dilakukan secara serentak di Wilayah Timur Indonesia.
Hadir dalam acara ini, Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional Dr. Mariman Darto beserta jajaran, Kepala BPMP Maluku Utara, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Koordinator Regional MBG Maluku Utara beserta jajaran, Koordinator Wilayah MBG Kota Tidore, Asisten Sekda dan OPD terkait di Lingkup Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.
Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional Dr. Mariman Darto dalam sambutannya mengatakan, ada prinsip penting yang ingin disampaikan oleh Presiden terkait program ini, bahwa Presiden ingin membangun generasi yang sehat, cerdas dan produktif. Tertuang dalam Perpres Nomor 115 Tahun 2025 yang diturunkan ke dalam strategi, tidak hanya sebatas penyaluran tetapi pemenuhan gizi juga terpenuhi, terfokus kepada Bumil, Busui dan Balita.
“Kami prioritaskan di daerah 3T, selain arahan Presiden dan arahan dari Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, kami menginginkan agar pada daerah-daerah potensial di 3T, hari ini ada sekitar 16 Provinsi, 116 Kabupaten/Kota dan 480 SPPG atau dapur yang dibuka secara serentak, kami menginginkan bahwa penerima manfaat terutama 3B atau Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita, maupun siswa, bisa merasakan Makan Bergizi Gratis,” ungkapnya.
Mariman menambahkan, SPPG di Talaga Puncak ini merupakan SPPG dengan penerima manfaat terkecil di Indonesia bahkan di Dunia, karena total penerima hanya 49 orang, diantaranya; Siswa Sekolah SD sebanyak 18 anak, 11 Guru dan 20 penerima manfaat 3B atau Busui, Bumil dan Balita. SPPG ini nantinya harus bisa menjadi SPPG terbaik, karena jaraknya dekat dengan sekolah, sehingga proses masak dan distribusi MBG juga tetap terjaga.
