61 Rumah Dan 985 Warga Pengungsi Dibantu Pemkot Tidore

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore, Muhammad Abubakar

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore, Muhammad Abubakar

TIDORE – Akibat Gempa Bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter yang mengguncang Kota Tidore Kepulauan, baru-baru ini, membuat rumah warga mengalami kerusakan, dan sebagiannya telah melakukan pengungsian di areal yang aman.

Berdasarkan data yang dinventarisir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore, untuk kerusakan Rumah sebanyak 61 Unit, dengan jumlah jiwa sebanyak 219.

Rumah ini tersebar di 7 Kecamatan dengan kategori Rusak Berat, Rusak Sedang dan Rusak Ringan. Untuk Rumah yang mengalami Rusak berat sebanyak 18 Unit, terdiri dari 17 Unit di Kecamatan Oba, dan 1 Unit berada di Kecamatan Oba Tengah.

Rusak Ringan sebanyak 26 Rumah, terdiri dari Kecamatan Oba sebanyak 15, Kecamatan Oba Tengah 3, Kecamatan Oba Selatan 3 dan Kecamatan Oba Utara 2. Untuk Rusak sedang sebanyak 17 Rumah, terdiri dari Kecamatan Tidore 3 Rumah, Kecamatan Tidore Timur 1, Kecamatan Tidore Utara 6, Kecamatan Oba 5, dan Kecamatan Oba Selatan 2 Rumah.

“Untuk ganti rugi kerusakan rumah warga ini kami mengacu kepada Peraturan Kepala Daerah (Perkada), didalam SK tersebut itu nilainya bervariasi, namun paling tinggi senilai Rp7 Juta. Insya allah dalam waktu dekat bantuan in sudah bisa disalurkan,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore, Muhammad Abubakar, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, (7/4/26).

Selain Rumah warga yang mengalami kerusakan, adapun 985 warga yang melakukan pengungsian guna menghindari adanya Tsunami. Warga yang mengungsi ini hanya terdapat di Kecamatan Tidore Utara, dengan rincian, Kelurahan Fabaharu sebanyak 355 Jiwa, Kelurahan Rum Bapibunga 197 Jiwa, dan Masyarakat di Pulau Maitara sebanyak 433 Jiwa.

“Warga Rum Balibunga mengunsi ke Bukit Talaga, sebagiannya ke Fabaharu, dan untuk Masyarakat di Pulau Maitara mereka naik ke puncak, mereka yang mengungsi ini, karena saat gempa, mereka telah melihat air di laut sudah surut, dan itu masuk dalam kategori tsunami,” jelasnya.

Kendati demikian, warga yang telah melakukan pengungsian, juga diberi bantuan berupa paket sembako. Dan saat ini, BPBD Kota Tidore telah menyiapkan paket tersebut kurang lebih sebanyak 1.000 paket yang terdiri dari, Beras, Gula, Minyak Goreng dan Supermie.

“Meskipun Dana TKD (Transfer Ke Daerah) telah dipangkas oleh Pemerintah Pusat, namun kami telah menyiapkan anggaran untuk penanganan bencana melalui Dana Tak Terduga (DTT),” ujar Muhammad.

Ia memastikan, terkait dengan penyaluran bantuan Warga ini, akan disalurkan paling lambat, Rabu, 8 April 2026, dengan tujuan agar warga terdampak bencana, sudah bisa merasakan manfaat yang ada. (**)