Pasca Bentrok, Kondisi Patani Barat Kondusif

Danrem 152 Baabullah, Brigjen TNI Enoh Solehudin temui Tokoh Masyarakat dua Desa di Patani, Halmahera Tengah
HALTENG – Memulihkan kondisi sosial dan infrastruktur di Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah, paska bentrok dengan Desa Banemo, pada Minggu (5/3/2026), Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, didampingi Sekretaris Daerah Bahri Sudirman, menemui warga Sibenpopo
Dalam pertemuan tersebut, Bupati secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang telah merugikan masyarakat secara materil maupun moril. Bupati Ikram menekankan bahwa dalam situasi krisis, mencari pihak untuk disalahkan bukanlah solusi. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh pemuda, untuk menatap ke depan dan membantu pemerintah dalam proses pendataan kerugian. “Pemerintah hadir untuk melakukan pendekatan persuasif. Saya memohon bapak dan ibu sekalian membantu kami mendata seluruh kerugian yang ada, baik kerusakan rumah maupun kehilangan lainnya, agar segera bisa kami tindak lanjuti secara nyata,” ujar Ikram di hadapan warga.
Salah satu poin krusial dalam tatap muka tersebut adalah ajakan bagi warga yang masih mengungsi di desa tetangga untuk segera kembali ke rumah masing-masing. Bupati memberikan jaminan bahwa pihak TNI dan Polri akan terus bersiaga untuk memastikan keamanan wilayah tetap kondusif.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Bupati menunjuk Sekretaris Daerah, Bahri Sudirman, sebagai Ketua Tim Pemulihan Rumah Warga. Tim khusus ini ditargetkan menyelesaikan validasi data agar pembangunan rumah yang terdampak bisa segera dieksekusi dalam bulan ini juga.
Sebelumnya, Komandan Korem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, melaksanakan mediasi guna meredam konflik yang terjadi di wilayah Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Pertemuan mediasi tersebut digelar dengan menghadirkan perwakilan masyarakat dari kedua pihak yang terlibat konflik, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, serta aparat keamanan, dengan tujuan untuk mencari solusi terbaik serta mengembalikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.
Dalam arahannya, Danrem 152/Baabullah menegaskan bahwa konflik yang terjadi di tengah masyarakat harus segera diselesaikan secara bijak dan damai, dengan mengedepankan musyawarah serta kearifan lokal. “Permasalahan yang terjadi jangan sampai berlarut-larut. Kita semua bersaudara, sehingga penyelesaian harus dilakukan dengan kepala dingin dan mengutamakan perdamaian,” ujar Brigjen TNI Enoh Solehudin.
Danrem juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku Utara, khususnya di Patani Barat, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. “Melalui mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menahan diri dan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan, serta berkomitmen menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ucap Danrem.
Kehadiran Danrem 152/Baabullah dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI dalam menjaga stabilitas wilayah serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Dengan dilaksanakannya mediasi ini, diharapkan situasi di wilayah Patani Barat dapat segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal seperti sediakala. (**)
