Pelajaran Bahasa Tidore Mulai Diterapkan

Plt Kadis Pendidikan Tidore Jamil Hadi
TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Pendidikan (Dispen) terus mendorong revitalisasi bahasa daerah melalui program muatan lokal di sekolah-sekolah sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Jamil Hadi, menjelaskan bahwa muatan lokal bahasa daerah Tidore mulai diterapkan pada tahun pelajaran ini sesuai dengan peraturan wali kota. Rabu. (1/4/2026).
“Untuk pendidikan, kita sudah melakukan revitalisasi melalui program muatan lokal. Ini bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah,” ujarnya.
Ia mengakui, implementasi awal program ini masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan tenaga pengajar yang menguasai bahasa daerah.
“Karena ini baru pertama kali diterapkan, kita masih kekurangan guru. Namun sudah ada beberapa guru yang memang menguasai bahasa daerah Tidore,” jelasnya.
Sebagai solusi, Dinas Pendidikan telah melaksanakan pelatihan tenaga pengajar pada tahun 2025. Selain itu, dalam waktu dekat akan dilakukan koordinasi dengan Kantor Bahasa untuk menggelar pelatihan lanjutan yang melibatkan guru SD, SMP, serta komunitas.
“Kami tetap optimis, meskipun masih banyak kekurangan. Muatan lokal ini harus tetap berjalan karena menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya daerah,” tambahnya.
Saat ini, muatan lokal diterapkan pada siswa kelas 4 SD. Ke depan, program ini direncanakan akan mulai diperkenalkan sejak kelas 1 SD. Sementara itu, pembiasaan penggunaan bahasa daerah akan diterapkan di seluruh jenjang pendidikan.
Pemerintah daerah juga membuka peluang koordinasi dengan Kementerian Agama untuk memperluas penerapan program, meskipun saat ini fokus masih pada sekolah di bawah kewenangan pemerintah daerah.
Diharapkan, melalui program ini siswa mampu berbahasa daerah Tidore dengan baik, sementara tenaga pengajar semakin siap setelah mendapatkan pelatihan berkelanjutan, dengan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. (**)
