Tagar #ImranOut, Titik Balik Kebangkitan Laskar Kie Raha
Salah satu faktor penampilan impresif ini juga bisa dibilang tak lepas dari keberanian mengotak-atik komposisi pemain utamanya perombakan pemain asing yang sangat berpengaruh besar terhadap lonjakan performa Malut United FC ini.

Luapan kegembiraan pemain Malut United FC. (Foto: Instagram/malutunitedfc)
TERNATE-Malut United FC kembali meraih hasil baik dalam perjalanannya mengarungi kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2024/2025. Meski hanya meraih hasil imbang dari lawatannya ke Martapura menghadapi PS Barito Putera pada Sabtu (08/03/2025), setidaknya ada dua “berkah” yang didapati tim berjuluk Laskar Kie Raha itu.
Yang pertama tentu saja tambahan satu poin ini mengantarkan anak-anak asuhan Imran Nahumarury itu naik satu strip ke peringkat enam klasemen sementara Liga 1 dengan total perolehan poin 40, menggeser PSM Makassar.
Sementara hal positif kedua yang diperoleh Safrudin Tahar dkk, yakni kembali kembali memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka secara beruntun menjadi delapan pertandingan.
Yah, Malut United kini sudah tidak lagi mengalami kekalahan semenjak dihajar tamunya, Madura United dengan skor 0-1 pada 10 Januari 2025. Hasil yang mengecewakan itu pun membangkitkan gelombang protes dari pendukung fanatik menilik serangkaian hasil buruk ketika mulai “Pulkam” ke Stadion Gelora Kie Raha.
Rasa kecewa dan marahnya suporter itu lantas dicurahkan kepada sang pelatih Imran Nahumarury. Tagar #ImranOut pun berseliweran di media sosial. Bukan itu saja, sejumlah suporter pun turut berunjuk rasa meminta pelatih asal Tulehu itu untuk mundur atau didepak manajemen.
Imran bergeming. Ia hanya merespon tuntutan mundurnya dengan berupaya mencari solusi, memompa kembali semangat tim dan memperbaiki penampilan anak-anak asuhannya. Apalagi lawan yang akan dihadapi berikutnya adalah Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo sepekan kemudian.
